Friday, 20 February 2009

Lutfiani YP_XII a 1 / 31

*The Story of Pari Temple*
Folklore from East Java
A long time ago, an old man lived in Penanggungan Mountain. His name was Kiai Gede Penanggungan. He had supernatural power. Kiai Gede Penanggungan also had a beautiful daughter. Her name was Dewi Walangangin. Although very beautiful, she was not married yet. That's why Kiai Gede Penanggungan prayed days and nights for her daughter. Finally, God answered his prayer. A young handsome man came to his place. "My name is Jaka Pandelegan. I came here because I want to be your student. I want to learn a lot of things from you," said the young man. "I will take you as my student but you have to marry my daughter. Agree?" Jaka took a deep breath. Then he said,"Yes, I agree. I will marry your daughter." Both Dewi Walangangin and Jaka Pandelegan lived a happy marriage. Especially Jaka, he was even happier. Kiai Gede Penanggungan taught him many things. After several years living with Kiai Gede Penanggungan, now it was time for the couple to leave him and found a new life as husband and wife. "I know you can't live with me forever. Before you go, take this seed of pari. Every time people ask you, give them some. Don't be arrogant when you are rich." After that, the couple left him and brought pari seed. Pari means rice. Then, in the new place, they planted the seed. Soon, grew a lot of rice. Now the couple became very rich. The poor neighbours came to the couple to ask for some pari seed. "No way! If you want to eat, you have to work hard like me!" said Jaka. Kiai Gede Penanggungan heard his bad behaviour. So, he decided to visit him. He wanted to remind him about his promise. Kiai Gede Penanggungan immediately called their names when he arrived in the rice field. "Jaka Pandelegan, come here! I want to talk to you." But Jaka ignored him. He kept on doing his activity. "My daughter, Dewi. It's me, your father." But Dewi also ignored him. Kiai Gede Penanggungan was really angry. He then said, "You two are like temples. You cannot listen to me." Right after he said those words, an incredible thing happened. Slowly, Jaka and Dewi turned into temples. Because the temples stood among the pari, people then named them as Pari Temple.
*Candi Pari*
Pada waktu yang lalu, seorang tinggal di Gunung Penanggungan. Namanya adalah Kiai Gede Penanggungan. Ia mempunyai kekuatan tenaga gaib. Kiai Gede Penanggungan juga mempunyai seorang putri yang cantik. Namanya adalah Dewi Walangangin. Meski sangat cantik, dia belum menikah. Itulah sebabnya Kiai Gede Penanggungan berdoa setiap hari dan malam untuk putri nya. Akhirnya, Allah menjawab doa nya. Seorang manusia tampan yang muda datang ke tempat nya. "Nama saya adalah Jaka Pandelegan. Aku datang ke sini karena aku ingin menjadi siswa mu. Aku ingin belajar banyak berbagai hal dari anda," kata anak muda. "Aku akan menerima kamu sebagai siswa saya tetapi kamu harus menikahi putriku. Setuju?" Jaka menarik nafas dalam-dalam. Lalu ia berkata,"Ya, aku setuju. Aku akan menikahi putrimu." Keduanya Dewi Walangangin dan Jaka Pandelegan hidup dalam pernikahan yang bahagia. Terutama Jaka, ia bahkan lebih bahagia. Kiai Gede Penanggungan mengajari dia banyak hal. Setelah beberapa tahun tinggal dengan Kiai Gede Penanggungan, sekarang adalah waktu untuk pasangan itu untuk meninggalkan Beliau dan menemukan sebuah hidup yang baru sebagai suami dan istri. "Aku mengetahui anda tidak bisa menyesuaikan diri dengan aku selamanya. Sebelum anda pergi, mengambil benih padi. Setiap kali orang-orang meminta, beri mereka sebagian. Jangan angkuh ketika anda kaya." Setelah itu, pasangan meninggalkan dia dan membawa benih pari. Pari berarti beras. Lalu, di dalam tempat yang baru, mereka menanam benih. Sekarang, tumbuh banyak beras. Sekarang pasangan menjadi sangat kaya. Tetangga-tetangga yang miskin datang ke pasangan itu untuk meminta beberapa benih pari. "Tidak boleh! Jika anda ingin makan, anda harus bekerja keras seperti aku!" kata Jaka. Kiai Gede Penanggungan mendengar perilaku tidak baik nya. Maka, ia memutuskan untuk mengunjungi dia. Ia ingin mengingatkan dia tentang janjinya. Kiai Gede Penanggungan dengan segera memanggil nama mereka ketika ia tiba di sawah. "Jaka Pandelegan, kemari! Aku ingin bertemu dengan anda." Tetapi Jaka mengabaikan dia. Ia memilih untuk melakukan aktivitasnya. "Putri -Ku, Dewi. Ini adalah aku, ayahmu." Tetapi Dewi juga mengabaikan dia. Kiai Gede Penanggungan menjadi marah. Ia lalu berkata, "Kamu berdua seperti kuil-kuil. Anda tidak bisa mendengarkan ku." Segera setelah ia berkata itu, satu hal yang tidak masuk akal terjadi. Pelan-pelan, Jaka dan Dewi berubah menjadi kuil-kuil. Karena kuil-kuil berdiri di antara pari, orang-orang lalu menyebut mereka sebagai Kuil Pari.
Lutfiani Yusup
XII a 1_31

Wednesday, 18 February 2009

THE LEGEND OF TELAGA WARNA

Days of old, there is a kingdom in West Java. The country is led by a king. Prabu, that's the person called. He is the king of the good and wise. Not surprisingly, if the country is prosperous and peaceful. There are no hungry people in the country. All very exciting.

Unfortunately, Prabu and his wife do not have a child. That pair kingdom is very sad. Prabu advisers suggest, to raise their children. But Prabu and the Queen does not agree. "Make our children matrix is better than the foster child," they respond. Children that grow into adults, the most high. Therefore, he called with the name of Kebo Iwa, which means uncle buffalo. Ratu often wistful and crying. Prabu also participate sad to see his wife .. Prabu Then went to the forest to be imprisoned.


There are Prabu continue to pray, so that was a child. Several months later, their desire realized. The queen was pregnant start. All the people in the kingdom was ecstatic. They overwhelm the palace with the prize. Nine months later, the Queen birth to a daughter. Residents also return the country to send a small daughter is a variety of prizes. The baby grows into a child's funny. A dozen years later, he has become a beautiful teenager. Kebo Iwa was completely great. Reach feet very wide, so that he can travel faster. If he wanted to drink, stay Kebo Iwa’s finger thrust to the ground. So small that there were well out of water. Prabu and Queen dote daughter. Their daughter to give him any wish. But that makes it a spoiled girl. If it desires not met, the girls will be angry. He often said, even coarse. However, parents and people in the kingdom loved her. Day pass, daughter grow into any girls most beautiful across the country. In a few days, the daughter aged 17 years. But the population in the country went to the palace. They bring a variety of gifts that are very beautiful. Prabu collect gifts that are very much, and save them in a room palace. At times, he could use it for the sake of the people. Prabu only take a bit of gold and jewel. He took him to experts jewelry. "Please, make a very beautiful necklace for my daughter," said Prabu. "It's my pleasure, my king," experts respond jewelry. He then worked as may be d, with a vengeance. She wanted to create the most beautiful necklace in the world, because he dote daughter. Birthdays also arrived.


Residents gather in the country square palace. When Prabu and the Queen came, held with the people happy. Rave the sound, when the beautiful daughter graceful appear before all people. All the people admire the beauty. Prabu ago rose from his chair. The beautiful necklace is handled by him. "my beloved daughter, this day I give this necklace for you. Necklet is the provision of people from across the country. They are very loved you. They present a gift, because they grow so happy see you adult. Use this necklace, my daughter," said Prabu. Daughter to receive the necklace. Then he saw the necklace, at a glance. "I do not want to use. Necklet this ugly!" princess exciting. Then he put the necklace. The beautiful necklace was broken. Her Gold and jewel spread on the floor. That's very surprising. No one shall presume, will be a daughter like that. No one is talking. Tranquil atmosphere. Suddenly the Queen heard weeping. Her crying followed by all people. Suddenly appear springs from the pages palace. At first a small pond. Then start flooding the palace. Palace also filled the water like the lake. And the lake is the big castle and drown. Now, the lake is called Telaga Warna. Lake is located in the summit. On a sunny day, we can see the lake is full of beautiful colors and amazing. The color comes from the shadow of the forest, trees, flowers, and the sky around the lake. But people say, the colors came from the daughter necklace in basic pit.

Terjemahan :


LEGENDA TELAGA WARNA

Zaman dahulu, ada sebuah kerajaan di Jawa Barat. Negeri itu dipimpin olehseorang raja. Prabu, begitulah orang memanggilnya. Ia adalah raja yangbaik dan bijaksana. Tak heran, kalau negeri itu makmur dan tenteram.Tak ada penduduk yang lapar di negeri itu.Semua sangat menyenangkan.

Sayangnya, Prabu dan istrinya belum memilikianak. Itu membuat pasangan kerajaan itu sangat sedih. Penasehat Prabumenyarankan, agar mereka mengangkat anak. Namun Prabu dan Ratu tidaksetuju. "Buat kami, anak kandung adalah lebih baik dari pada anakangkat," sahut mereka.Anak itu tumbuh menjadi orang dewasa yang tinggi besar. Karena itu iadipanggil dengan nama Kebo Iwa, yang artinya paman kerbau.Ratu sering murung dan menangis. Prabu pun ikut sedih melihatistrinya.. Lalu Prabu pergi ke hutan untuk bertapa. Di sana sang Prabuterus berdoa, agar dikaruniai anak. Beberapa bulan kemudian, keinginanmereka terkabul. Ratu pun mulai hamil. Seluruh rakyat di kerajaan itusenang sekali. Mereka membanjiri istana dengan hadiah.Sembilan bulan kemudian, Ratu melahirkan seorang putri. Penduduk negeripun kembali mengirimi putri kecil itu aneka hadiah. Bayi itu tumbuhmenjadi anak yang lucu. Belasan tahun kemudian, ia sudah menjadi remajayang cantik.Kebo Iwa memang serba besar. Jangkauan kakinya sangat lebar, sehinggaia dapat bepergian dengan cepat. Kalau ia ingin minum, Kebo Iwa tinggalmenusukkan telunjuknya ke tanah. Sehingga terjadilah sumur kecil yangmengeluarkan air.Prabu dan Ratu sangat menyayangi putrinya. Mereka memberi putrinya apapun yang dia inginkan. Namun itu membuatnya menjadi gadis yang manja.Kalau keinginannya tidak terpenuhi, gadis itu akan marah. Ia bahkansering berkata kasar. Walaupun begitu, orangtua dan rakyat di kerajaanitu mencintainya.Hari berlalu, Putri pun tumbuh menjadi gadis tercantik di seluruhnegeri. Dalam beberapa hari, Putri akan berusia 17 tahun.

Maka parapenduduk di negeri itu pergi ke istana. Mereka membawa aneka hadiahyang sangat indah. Prabu mengumpulkan hadiah-hadiah yang sangat banyakitu, lalu menyimpannya dalam ruangan istana. Sewaktu-waktu, ia bisamenggunakannya untuk kepentingan rakyat.Prabu hanya mengambil sedikit emas dan permata. Ia membawanya ke ahliperhiasan. "Tolong, buatkan kalung yang sangat indah untuk putriku,"kata Prabu. "Dengan senang hati, Yang Mulia," sahut ahli perhiasan. Ialalu bekerja d sebaik mungkin, dengan sepenuh hati. Ia inginmenciptakan kalung yang paling indah di dunia, karena ia sangatmenyayangi Putri.Hari ulang tahun pun tiba. Penduduk negeri berkumpul di alun-alunistana. Ketika Prabu dan Ratu datang, orang menyambutnya dengangembira. Sambutan hangat makin terdengar, ketika Putri yang cantikjelita muncul di hadapan semua orang. Semua orang mengagumikecantikannya.Prabu lalu bangkit dari kursinya. Kalung yang indah sudah dipegangnya."Putriku tercinta, hari ini aku berikan kalung ini untukmu. Kalung inipemberian orang-orang dari penjuru negeri. Mereka sangat mencintaimu.Mereka mempersembahkan hadiah ini, karena mereka gembira melihatmutumbuh jadi dewasa. Pakailah kalung ini, Nak," kata Prabu.Putri menerima kalung itu. Lalu ia melihat kalung itu sekilas. "Aku takmau memakainya. Kalung ini jelek!" seru Putri. Kemudian ia melemparkalung itu. Kalung yang indah pun rusak. Emas dan permatanya tersebardi lantai.Itu sungguh mengejutkan. Tak seorang pun menyangka, Putri akan berbuatseperti itu. Tak seorang pun bicara. Suasana hening.


Tiba-tibaterdengar tangisan Ratu. Tangisannya diikuti oleh semua orang.Tiba-tiba muncul mata air dari halaman istana. Mula-mula membentukkolam kecil. Lalu istana mulai banjir. Istana pun dipenuhi air bagaidanau. Lalu danau itu makin besar dan menenggelamkan istana.Sekarang, danau itu disebut Talaga Warna. Danau itu berada di daerahpuncak. Di hari yang cerah, kita bisa melihat danau itu penuh warnayang indah dan mengagumkan. Warna itu berasal dari bayangan hutan,tanaman, bunga-bunga, dan langit di sekitar telaga. Namun orangmengatakan, warna-warna itu berasal dari kalung Putri yang tersebar didasar telaga.


F. Handhi A
03/XII ipa 3
Long time ago, there was a farmer couple. Unfortenately, they hadn’t had any children yet.
They prayed to God for a child One day a giant passed their home. He heard what they were praying. Then giant gave them a cucumber seed.

Then the couple planted the cucumber sees. Each day they took care of the growing plant so carefully. Month later, a golden cucumber grew from the plant. The cucumber was getting heavier and bigger each day. When it was ripe, they picked it. Carefully they cut of the cucumber and how surprised were they when found a beuatiful baby inside. They were so happy. They named the baby Timun Mas.

Many years after, Timun Mas had grown into a beautiful girl. Her parents were very happy. But thier happiness turned to fear when her 17th birthday came. The giant was going to take Timun Mas away.
The father was giving a small bag to Timun Mas, equipped with magic stuff, salt, chilly, cucumber seed, shrimp paste as weapon. Her father told her that it could help her from the giant. He ordered Timun Mas to run away.

The giant was chasing Timun Mas and he was getting closer and closer. Timun Mas then took a hardful of salt from her small bag. She spread out the salt behind her. Suddenly a wide sea appeared between them.

Timun Mas was still running, the giant almost caught her. Then she took some chilly and threw them to the giant. The chilly suddenly grew into some trees and trapped the giant. Timun Mas could escape again.

Unfotunately the giant almost caught Timun Mas. So she took the third magic stuff, the cucumber seeds. She trow the seeds and suddenly they became a wide cucumber field. The giant ate those fresh cucumber. He ate so much that he felt sleepy and fell asleep soon.

Timun Mas kept on running as fast as she could. But the giant had woken up. Timun Mas so scared. Then she threw her last weapon, shrimp paste. It became a big swamp. The giant fell into it but his hands almost reached Timun Mas. But at last he was drowned.

Timun Mas was safe now. Then she returned to her parents house. Her parents were very happy.

Translate:


Pada jaman dahulu kala, hiduplah sepasag petani. sayangnya, mereka belum dikaruniai seorang anak.

lalu sepasang petani itu menanam benih mentimun. setiap hari mereka memelihara mentimun itu dengan sangat hati-hati. ebulan berlalu, sebuah mentimun emas tumbuh daritanaman itu. mentimun itu bertambah berat dan besar setiap hari. saat mentimun itu masak, mereka memetiknya. dengan hati-hati mereka mengupas mentimun itu dan betapa terkejutnya mereka saat menemukan seorang bayi yang cantik di dalamnya. mereka sangat bahagia. mereka menamai bayi itu Timun Mas.

beberapa tahun kemudian, Timun Mas tumbuh sebagai gadis yang cantik. orangtuanya sangat senang. tetaoi kebahagiaan mereka berubah menjadi ketakutan saat umur Timun Mas mencapai 17 tahun. raksasa akan membawa Timun Mas pergi.

Ayahnya memberikan sebuah tas kecil kepada Timun Mas, yang berisi benda-benda ajaib, garam, benih mentimun pasta udang sebagai senjata.
ayahnya mengatakan bahwa benda-benda itu dapat membantunya dari raksasa. Dia menyuruh Timun mas untuk lari.

Timun Mas tetap berlari secepat yang ia bisa. Tetapi raksasa itu telah bangun. Timun Mas sangat ketakutan. Lalu dia melempar senjata terakhirnya, pasta udang. Pasta udang itu berubah menjadi rawa yang besar. Raksasa itu jatuh kedalamnya tetapi tangannya hampir menangkap Timun Mas. Tetapi akhirntya dia tenggelam.

Raksasa itu sedang mengejar Timun Mas dan semakin dekat. Lalu Timun Mas mengambil segenggam garam dari tasnya. Dia menyebar garam itu dibelakangnya. Tiba-tiba sebuah lautan besar muncul di antara mereka.

Timun Mas tetap berlari, Raksasa itu hampir menangkapnya. Lalu dia mengambil cabai dan melemparnya pada raksasa. Cabai itu kemudian tumbuh menjadipohon dan menjebak raksasa itu. Timun Mas dapat lolos lagi.

Sayangnya raksasa hampir menangkap Timun Mas lagi. Jadi TImun Mas mengambil benda ajaibnya yang ketiga, benih mentimun. Dia melempar benih itu dan tiba-tiba berubah menjadi ladan mentimun yang besar. Raksasa itu memakan semua mentimun segar. Dia memakan sangat banyak sehingga merasa ngantuk dan dengan segera terlelap.

Timun Mas sekarang aman. Lalu dia kembali ke rimah orangtuanya. Orangtuanya sangat senang.

Arnida R.A
XII A 3
15

Tuesday, 17 February 2009

THE WOODCUTTER

Nama : Oscar Bintang Rustomo
Kelas : XII IPA 4
No. : 36


THE WOODCUTTER

There once lived a poor woodcutter in the dense forests of Germany. He was a simple and honest man but bot very bright. To make a living, the woodcutter set out daily into the forest to cut firewood. His prized possession was an old iron axe which he had inherited from his father.

One rainy day in May, the woodcutter was cutting wood as usual in the forest. He was almost finished when his axe head suddenly flew off its handle as the axe landed on the wood. To the woodcutter’s dismay, the axe head feel into the deep pool nearby. It was a big blow to him because he had no money to buy another axe.

Resolving to find it, the woodcutter kept returning to the pool everyday. But after a week of triving, he still could not find it and was ready to throw in the towel. He sat at the edge of the pool and mouned his misfortune. Suddenly, a bright shimmering light appeared in the middle of the pool and out came a beautiful lady with silver hair and blue skin. She was gesture of her hand, an axe appeared on the surface of the water. The woodcutter’s eyes went with disbelief as he saw that the axe head was made of pure gold! But when asked it was his, he replied, “No, my lady. Mine is just an old iron one,” and went home sadly.

The next day, the sane thing happened. Only this time, it was a silver axe head that materialized! The woodcutter was again surprised but he gave Elsa the same answer and left.

On the third day, Elsa finnaly produced the woodcutter’s old iron axe head!

He was overjoyed and quickly exclaimed, “Yes, my lady! That is my axe head!

Due to the woodcutter’s simple honestly, he was rewarded with not only one but three axe head: one of iron, the other of silver and the last one of gold.




















PENEBANG KAYU


Suatu ketika hidup seorang penebang kayu yang miskin di hutan Negara Jerman yang lebat. Ia adalah orang yang jujur dan sederhana tetapi juga bijaksana. Untuk mencari uang, penebang kayu mencukupi kebutuhan sehari-hari ke dalam hutan untuk memotong kayu bakar. Sesuatu yang sangat berharga yang dimilikinya adalah sebuah kampak warisan dari bapaknya.

Satu hari hujan pada bulan Mei, si penebang kayu sedang memotong kayu seperti biasanya di hutan. Ia hampir selesai ketika kampak yang dipakainya tiba-tiba lepas dari tangkainya ketika kampak mengeritik kayu. Penebang kayu merasa cemas, kepala kampaknya jaduh di kolam di dekatnya. Adalah suatu pukulan besar kepadanya sebab ia tidak punya uang untuk membeli kampak yang lain .

Pemecahan untuk menemukannya, penebang kayu kembali ke kolam setiap hari. Setelah satu minggu cemas, ia masihtidak bisa menemukannya dan siap untuk melempar handuk (menyerah). Ia duduk di tepidan merenungi ketidakberuntungannya . Tiba-tiba, suatu cahaya gemerlap terang nampak di tengah kolam dan datang seorang wanita cantik dengan rambut perak dan kulit biru. Dia adalah isyarat dari tangannya, suatu kampak nampak di atas permukaan air. Mata si penebang kayu pergi dengan kesangsian ketika ia melihat bahwa kepala kampak terbuat dari emas murni! Tetapi ketika ditanya, ia menjawab, " Tidak, nyonyaku. Kampakku hanya kampak hitam yang tua," dan pulang ke rumah dengan sedih.

Hari berikut, hal yang sama terjadi. Hanya waktu ini, adalah suatu kampak perak itu! Si penebang kayu terkejut lagi tetapi ia memberi Elsa jawaban yang sama dan meninggalkannya.

Pada hari yang ketiga, Elsa lau mengeluarkan kepala kampak tua si penebang kayu!

Ia sangat gembira dan dengan cepat berseru, " Ya, nyonya ku! Itu adalah kampakku!

Dalam kesenangan si penebang kayu juga dihadiahi dengan tidak hanya satu tetapi tiga kampak: kampak perak dan yang terakhir emas.