Wednesday, 11 February 2009

The Lion and The Mouse

The Lion and The Mouse

Once when a lion was a sleep,a little mouse began running up and down upon him, this soon a woke the lion, who placed, his huge paw upon the mouse and opened his big jaws to swallow him.

“Pardon, O King,” cried the little mouse “forgive me this time.I shall never forget it; who knows I may be able to do you a good turn some of these days?” The Lion was so tickled at the idea of the mouse being able to help him. Then he lifted up his paw and let him go.

One day the Lion was caught in a trap. Some hunter who wanted to carry him alive to the King, tied him to a tree while they went in search of a wagon to carry him in. Just then the Little mouse happened to pass by and see the sad plight in which the lion was. The little mouse went up to him and soon gnawed away the ropes that bound the king of the beasts. Soon after the little mouse had finished gnawing away the ropes, he asked the lion to run away.

Seekor Singa dan Tikus

Suatu waktu ketika seekor singa sedang tertidur,seekor tikus kecil mulai berlari naik turun melintasinya, ini segera membangunkan singa, dia menempatkan, cakarnya di atas tikus dan membuka rahangnya yang besar untuk menelannya.

" Ampun, O Raja," tangisan tikus kecil itu " Maafkan aku kali ini.aku tidak akan pernah melupakan ini,siapa waktu saya mungkin dapat melakukan balasan yang baik untukmu suatu saat?" Singa menjadi sangat tergelitik dengan gagasan tikus yang mungkin membantunya. Kemudian ia mengangkat cakarnya dan membiarkan dia pergi.

Suatu hari Singa tertangkap di suatu perangkap. Beberapa pemburu yang ingin membawanya untuk Raja, mengikatnya pada suatu pohon selagi mereka pergi mencari suatu gerbong untuk membawanya. Kemudian tikus kecil melewatinya dan melihat keadaannya yang sedih dan mengingatkannya pada janjinya. tikus kecil pergi kepada singa dan segera menggerogoti tali yang mengikat raja dari para binatang itu. Segera setelah tikus kecil itu telah menyelesaikan menggerogoti tali itu, ia meminta singa untuk melarikan diri.

YUNID ADIANA NURCHODIN

24 / XII IPA 1

A Bat and The Fox

A Bat and The Fox

One evening, a bat went out to hunt for food even though he was not well. As he flew after some insect, he felt dizzy and fell to the ground in a field.

Before he could get up, a fox pounced on him “ Please, Mr. Fox ,” the bat pleaded,”Please let me go!”. The fox just laughed, “Certaintly not ! I’am a great hunter of birds”.

Thingking quickly, the bat replied, “ Oh..,but I’am not a bird, I’am a mouse. Look clousely at my face. Don’t I look like a mouse?”. The fox agree and let him go.

A short time letter, the bat fell to the ground again and was caught by a second fox. Once again he had to plead, for his life. “ Why shouldn’t I kill you? I hunt mice!” Exclaimed the fox. ”Oh..But I’am not a mouse but I’am a bat,”He answerd,”. “Have you ever a mouse with wings?” He asked, spreading his wings for the fox to see. The fox was conuinced and set him free.

Seekor kelelawar dan Serigala

Pada suatu malam, seekor kelelawar pergi berburu untuk mencari makan sekalipun ia sedang tidak sehat. Sambil ia terbang setelah makan beberapa serangga, dia merasa pusing dan jatuh ke tanah di ladang.

Setelah dia dapat bangun seekor srigala menerkamnya. “Tolong,tuan serigala,”kata kelelawar,”Tolong biarkan aku pergi”. Serigala hanya tertawa,”tentu tidak!Saya adalah pemburu burung!”.

Dengan berfikir cepat, kelelawar menjawab,”Oh...tetapi aku bukan burung,aku adalah tikus. Lihat baik-baik mukaku. Tidakkah aku terlihat seperti tikus?”. Serigala menyetujui dan menyuruhnya pergi.

Setelah beberapa saat, kelelawar jatuh ke tanah lagi dan tertangkap untuk kedua kalinya oleh serigala. Sekali lagi dia memohon untuk hidupnya. “Kenapa aku tidak akan membunuhmu? Aku memburu tikus!”Seru Serigala. “Oh...tetapi aku bukanlah tikus tetapi Aku adalah kelelawar,”jawab kelelawar. “Apakah kamu pernah melihat tikus dengan sayap?”. Tanya kelelawar sambil mengepakkan sayapnya agar Serigala dapat melihatnya. Serigala mempercayainya dan membebaskannya.

IRFANA FAUZIAH

03 / XII IPA 1

Tuesday, 10 February 2009

THE KING OF BALI

RAJA BALI

Another interesting Diwali legend is of King Bali. He was a generous ruler but also very ambitious. To propitiate the gods he performed a Yagna (fire sacrifice). His Yagna was so successful that even the gods were terrified to appear before him and grant him a boon in the fear that what he might ask something which is beyond their capacity. Some of the Gods pleaded Vishnu to check King Bali’s power. Vishnu came to earth in the form of a dwarf dressed as priest.When the priest reached King Bali’s court, he asked him to ask for anything he wanted. The priest said “You are the ruler of the three worlds: the Earth, the world above the skies and the underworld. Would you give me the space that I could cover with three strides?” King Bali laughed. This request seemed strange to all the courtiers, but king Bali granted it. Surely a dwarf could not cover much ground, thought the King, who agreed to dwarf’s request.Once the request was granted to him, the priest, who was none but Visnu in disguise, submerged the entire world (Mrityu-loka) with one step, with the second he submerged heaven (Swarga-loka) and for the third step; there was no respectable place to put his foot down and so he asked the bewildered Bali for some respectable place to this foot so that the boon could be fulfilled. Left with no alternative, the noble but exasperated King Bali offered his head for the purpose. To his surprise, the priest not only lost no time in placing his foot over King Bali’s head, but also thrust Bali into the nether worlds (Patala-loka) which as per Hindu cosmogony is hell and lies below the surface of the earth.The second day of Diwali (Bali Prati-pada) is celebrated in memory of this. Prati-pada here translates as “below the opponent’s foot” (Prati=opponent, Pada=foot). During Diwali festival people celebrates the victory of good over evil.


Raja BaliDeepavali menarik lainnya adalah legenda Raja Bali. Ia adalah seorang penguasa murah tetapi juga sangat ambisius. Untuk mengambil hati para allah ia melakukan Yagna (korban kebakaran). Nya Yagna sangat sukses yang bahkan allah itu ketakutan untuk muncul sebelum dia dan dia yang memberikan keuntungan dalam ketakutan bahwa ia akan meminta sesuatu yang melebihi kapasitas mereka. Beberapa Tuhan mengaku Wisnu untuk memeriksa Raja Bali kuasa. Vishnu datang ke bumi dalam bentuk dwarf berpakaian sebagai imam. Ketika imam sampai Raja Bali pengadilan, dia bertanya untuk meminta apa-apa dia mau. Imam berkata, "Anda adalah penguasa dari tiga alam: bumi, dunia di atas langit dan neraka. Apakah anda memberi ruang yang dapat menutupi dengan tiga strides? "Raja Bali tertawa. Permintaan ini terkesan aneh kepada semua courtiers, tetapi raja itu diberikan Bali. Sesungguhnya yang kerdil tidak boleh mencakup banyak tanah, pikiran, Raja, yang menyetujui permintaan kerdil. Setelah meminta diberikan kepadanya, imam, tetapi tidak ada yang Visnu di menyamarkan, terendam seluruh dunia (Mrityu-Loka) dengan satu langkah, dengan kedua ia terendam langit (Swarga-Loka) dan untuk yang ketiga langkah; sana itu tidak cukup untuk meletakkan kaki dan meminta agar dia melongo Bali untuk beberapa tempat terhormat ini kaki sehingga keuntungan dapat terpenuhi. Kiri tanpa alternatif, yang mulia tetapi exasperated Raja Bali yang ditawarkan kepalanya untuk tujuan. Kepada mengejutkan, imam bukan hanya hilang dalam waktu tidak meletakkan kaki beliau di atas kepala Raja Bali, tetapi juga menikam Bali ke dalam dunia bawah (Patala-Loka) yang sesuai Hindu asal usul alam semesta adalah neraka dan terletak di bawah permukaan bumi . Kedua hari Deepavali (Bali Prati-pada) yang dirayakan di memori ini. Prati-pada disini menterjemahkan sebagai "di bawah kaki lawan dari" (= lawan Prati, Pada = kaki). Selama Deepavali festival orang merayakan kemenangan yang baik atas yang jahat.

PIPIET DANAYU.P
13 /XII A4

MALIN KUNDANG

Long time ago, there was a mother lived in village in Sumatra. She lived with her son, Malin Kundang. Her husband was dead. Although she was very poor, she lived happily because she was a religious mother.
But, Malin Kundang wasn’t satisfied with such life. He wanted to be rich. He didn’t want to say with his mother in poverty all his life. Working in a city and being rich was his obsessions. He told about it to his mother and she agreed. She gave him a wise message. It was “Be a religious man, don’t be boast and don’t forget the family”.
Many year later, he lived in city. He was very rich then. But he was very boast of himself. He never sent his mother a letter or money. He never visited her as well. He forget his fast.
One day, Malin Kundang traded back from other island bringing his new ship. It was very big and expensive. A lot of people gathered in the harbour. His mother was among the crowded. She was very cheerfull knowing that her son come back. But Malin Kundang did not respect her. He refused and said “I don’t have such a poor mother”. Malin Kundang’s mother was very sad to hear that. She didn’t image how it could happen. She was very disappointed.
Malin Kundang entered the ship leaving his mother at the harbour. He intered to travel again with his new ship. But, suddenly the sky was dark and it rained heavily. Heavy storm started to attack the ship. Malin Kundang was very upset, but he could not do anything. He was downed with his ship. He could not swim. He couldn’t enjoy his live anymore.


Dahulu, ada seorang ibu yang tinggal di sebuah desa di Sumatra. Dia tinggal bersama putranya, Malin Kundang. Suaminya sudah meninggal. Walaupun dia sangat lemah, dia hidup dengan gembira sebab dia adalah seorang ibu yang religius.

Tetapi, Malin Kundang tidak puas dengan hidup seperti itu. Ia ingin menjadi kaya. Ia tidak ingin mengatakan dengan ibunya di dalam kemlaratan hidupnya. Bekerja di suatu kota besar dan menjadi kaya adalah obsesinya. Ia bercerita tentang hal tersebut kepada ibunya dan ibunya menyetujui. Dia memberi pesan yang bijaksana . Yakni " Jadilah seorang laki-laki religius, jangan membual / menyombongkan diri dan jangan melupakan keluarga".
Bertahun-tahun kemudian, ia hidup di kota besar. Ia menjadi sangat kaya kemudian kemudian. Tetapi ia menjadi sangat sombong akan dirinya sendiri. Ia tidak pernah mengirimi ibunya uang atau surat. Ia tidak pernah mengunjunginya juga. Ia melupakannya begitu cepat.
Suatu hari, Malin Kundang kembali dari pulau lain membawa kapal barunya. kapal yang sangat besar dan mahal. Banyak orang-orang berkumpul di pelabuhan. Ibunya berada di antara keramaian itu. Dia sangat sukacita mengetahui putranya kembali. Tetapi Malin Kundang tidak menghormatinya. Ia menolak dan berkata " Aku tidak mempunyai ibu lemah/miskin seperti itu". Ibu Malin Kundang menjadi sangat sedih mendengarnya. Dia tidak membayangkan bagaimana itu bisa terjadi. Dia menjadi sangat kecewa.
Malin Kundang masuk ke kapal meninggalkan ibunya di pelabuhan itu. Ia menguburkan untuk bepergian lagi dengan kapal barunya. Tetapi, tiba-tiba langit menjadi gelap dan turun hujan lebat. Badai berat/lebat mulai menyerang kapal itu. Malin Kundang menjadi sangat terganggu, tetapi ia tidak bisa melakukan apapun. Ia tenggelam bersama kapalnya. Ia tidak bisa berenang. Ia tidak bisa menikmati hidupnya lagi.


NUR KOTIB.C.N
21 / XII A4