Monday, 18 August 2014
1. Bismillahhirrahmanirrahiim
(dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang)
Ucapkan setiap kali ingin melakukan sesuatu (tentunya sesuatu kebaikan)
Ucapkan setiap kali ingin melakukan sesuatu (tentunya sesuatu kebaikan)
2. Alhamdulillahhirrabbil
‘aalamin (Segala puji bagi Allah, tuhan semesta alam)
Ucapkan setiap selesai melakukan atau mendapatkan sesuatu
Ucapkan setiap selesai melakukan atau mendapatkan sesuatu
3. Astaghfirullah (saya
memohon ampunan kepada Allah)
Ucapkan setiap kali kita tersilap mengatakan, melakukan atau melihat sesuatu yang buruk
Ucapkan setiap kali kita tersilap mengatakan, melakukan atau melihat sesuatu yang buruk
4. Insya Allah (dengan
izin Allah)
Ucapkan setiap kali ingin melakukan sesuatu di waktu yang akan datang
Ucapkan setiap kali ingin melakukan sesuatu di waktu yang akan datang
5. La haula wala quwwata
illa billah (tiada daya dan upaya kecuali hanya atas izin Allah)
Ucapkan ketika kita tidak mampu melakukan sesuatu
Ucapkan ketika kita tidak mampu melakukan sesuatu
6. Inna lillahi wa inna
illaihi raajiuun (segalanya berasal dari Allah dan akan kembali pada Allah)
Ucapkan setiap kali kita mendapat atau melihat musibah
Ucapkan setiap kali kita mendapat atau melihat musibah
7. La illaha illallah
(tiada Tuhan selain Allah)
Ucapkan setiap kali ada kesempatan, karena kalimat ini menjadi pembeda antara yang berhak atas surga dan yang terlarang.
Ucapkan setiap kali ada kesempatan, karena kalimat ini menjadi pembeda antara yang berhak atas surga dan yang terlarang.
Dosa dan Azab Anak Durhaka
“Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah,
dan durhaka kepada kedua orang tua, dan membunuh manusia dan
sumpah palsu”.(H.R. Bukhari).
Disadari atau tidak kita pernah membuat
orang tua marah, kesal, kecewa, berbuat angkuh, mengucapkan kata kata yang
tidak sopan, memelototi orang tua dengan mata yang tajam, memaki orang tua,
bersikap keras dan mengabaikan ortu, pergi keluar rumah tanpa ijin, bahkan
membuat ortu menangis sedih.
Perbuatan perbuatan itu dalam Al-qur’an
dan hadist termasuk dosa besar. Allah swt membenci makhluk yg durhaka
terhadap orang tuanya, sampai sampai Allah memberikan siksa dan ancaman hukuman
yang pedih bukan hanya diakhirat kelak, tetapi disegerakan siksanya didunia.
Orang tua kita adalah makhluk mulia yg
wajib dihormati, ada Rambu-rambu agar kita berhati-hati sepanjang hari dan
terhindar dari dosa yg menakutkan (dosa terhadap ortu).
Azab dan dosa durhaka terhadap ortu kandung
1. Haram masuk surga.
“Ada 3 jenis orang yang diharamkan Allah masuk surga, yaitu pemabuk
berat, pendurhaka terhadap kedua orang tua, dan seorang dayyuts
(merelakan kejahatan berlaku dalam keluargannya, merelakan istri dan anak
perempuan selingkuh)” . [H.R. Nasa’i dan Ahmad].
2. Dimurkai Allah SWT.
“Keridhaan Allah tergantung keridhaan orang tua, dan murka Allah pun tergantung
pada murka kedua orang tua”. (H.R. al-
Hakim).
3. Allah tidak menerima shalatnya.
“Allah tidak akan menerima shalat orang dibenci kedua ortunya yg tidak
menganiaya kepadannya”. (H.R. Abu al-Hasan bin Makruf)
Ada tiga golongan yang Allah tidak menerima (amal kebajikannya) dari yang
sunnah maupun yang fardhu, yaitu durhaka kpd orang tua, orang yang suka mengungkit-ungkit
kebaikannya, dan orang yang mendustakan takdir”. (H.R. Thabrani).
4. Dipecat sebagai pengikut nabi SAW.
“Bukan termasuk dari golongan kami orang yang diperluas rezekinya oleh
Allah lalu ia kikir dalam menafkahi keluargannya”. (H.R.
ad-Dailamy).
5. Mendapat “gelar” kafir.
“Jangan membenci kedua orang tuamu.
Barang siapa mengabaikan kedua orang tua, maka dia kafir”. (H.R.
Muslim).
6. Balasan azab dengan segera didunia.
Al-hakim dan al-Ashbahani, dari abu bakrah r.a. dari Nabi Saw, beliau bersabda,
“Setiap dosa akan diakhirkan oleh Allah sekehendak-Nya sampai hari kiamat,
kecuali dosa mendurhakai kedua orang tua. sesungguhnya Allah akan menyegerakan
(balasan) kepada pelakunya didalam hidupnya sebelum mati”.
7. Tidak Diampuni Dosanya.
Dari Aisyah r.a. ia berkata, Rasulullah Saw. Bersabda,
“Dikatakan kepada orang yang durhaka
kepada kedua orang tua, “berbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku tidak akan
mengampuni. “Dan dikatakan kepada orang yang berbakti kepada orang tua,
perbuatlah sekehendakmu, sesungguhnya Aku mengampunimu.” (H.R. Abu
Nu’aim).
8. Membatalkan Seluruh Amal.
“Ada tiga hal yang menyebabkan terhapusnya seluruh amal, yaitu (a) syirik
kepada Allah, (b) durhaka kepada orang tua, (c) seorang alim yang dipermainkan
oleh orang dungu dan jahil”. (H.R. Thabrani).
9. Haram mencium aroma surga.
Bau surga yang radiusnya sejauh 1000 tahun perjalanan itu tak bisa
dirasakan oleh orang durhaka. Benar2 dahsyat.
“Sesungguhnya aroma surga itu tercium dari jarak perjalanan seribu tahun,
dan demi Allah tidak akan mendapatinya barang siapa yang durhaka dan memutuskan
silaturahim”. (H.R.Thabrani).
10. Terputus rezekinya.
“Apabila seseorang tidak meninggalkan
doa bagi kedua orang tuanya, maka akan terputus rezekinya”. (H.R.
ad-Dailamy).
Seseorang yang Tidak mendoakan kedua orang tuanya termasuk kategori orang yang
durhaka terhadap orang tuanya. Oleh karena
itu, orang tua wajib mendapatkan doa dari anaknya.
11. Orang yg mendapat Kerugian besar.
“Sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina, sungguh kecewa dan hina
orang yang mendapati atau salah satunya sampai tua, lantas ia tidak dapat masuk
surga”. (H.R. Muslim).
12. Dibenci Allah.
“Barang siapa ridha kepada kedua orang tuannya, berarti ia ridha kepada
Allah. Dan barang siapa membenci kedua orang tua, sungguh dia membenci
Allah”. (H.R. Ibnu an-Najjar).
Dikutip
dari : Indahnya Berbagi"berbagi Lewat
Tulisan"
Friday, 1 August 2014
KATA KATA WASIAT HAJI NAWAWI TOYIB
Almarhum mertuaku sebelum meninggal th 1986 di Malang, dan jenazahnya dibawa dg pesawat Garuda ke Palembang, Haji Nawawi Toyib berpesan pada anak anaknya, bila Allah swt memanggilnya, angkatlah jenazahku tinggi tinggi, bila dikubur, kuburlah dalam dalam dan taburilah bunga harum dipusaraku. Setelah dipikir beberapa lama, ternyata itu perlambang yang maksudnya: jenazah diangkat tinggi tinggi, agar anaknya tetap menjunjung tinggi nama baik orang tua. Kubur dalam dalam maksudnya agar anak anaknya mengubur dalam dalam segala kekurangan n kesalahan orang tua semasa hidupnya. Taburi bunga harum dipusaranya, maksudnya agar senantiasa menjaga nama baik ortunya. Tentu amanah ini akan selalu dilaksanakan. Namun ada saja didunia ini anak yg durhaka terhadap orang tuanya. Sudah diperlihara n dididik sampai S2, dapat kerjaan serta kedudukan, malah menganggap ortunya mati, walau blm mati. Mempermalukan n membuka aim ortunya dimana mana demi menyenangkan hati manusia yg berwatak setan, lupa suatu saat akan diminta pertanggung jawaban dihadapan Allah swt. Ibarat lilin berkorban utk orang lain, membiarkan dirinya sendiri terbakar dimakan api, demi orang lain yg kerjaannya tukang ngeret, mencuci otak anak orang dg kata kata n mantra agar nurut diajak masuk neraka kelak. Celakanya, didunia kehilangan ortu (krn dianggap mati) n keluarga besarnya. Di akherat akan kehilangan surga, karena durhaka. Malin Kundang dizaman modern makin banyak. Naudhubillahi mindhalik.
Almarhum mertuaku sebelum meninggal th 1986 di Malang, dan jenazahnya dibawa dg pesawat Garuda ke Palembang, Haji Nawawi Toyib berpesan pada anak anaknya, bila Allah swt memanggilnya, angkatlah jenazahku tinggi tinggi, bila dikubur, kuburlah dalam dalam dan taburilah bunga harum dipusaraku. Setelah dipikir beberapa lama, ternyata itu perlambang yang maksudnya: jenazah diangkat tinggi tinggi, agar anaknya tetap menjunjung tinggi nama baik orang tua. Kubur dalam dalam maksudnya agar anak anaknya mengubur dalam dalam segala kekurangan n kesalahan orang tua semasa hidupnya. Taburi bunga harum dipusaranya, maksudnya agar senantiasa menjaga nama baik ortunya. Tentu amanah ini akan selalu dilaksanakan. Namun ada saja didunia ini anak yg durhaka terhadap orang tuanya. Sudah diperlihara n dididik sampai S2, dapat kerjaan serta kedudukan, malah menganggap ortunya mati, walau blm mati. Mempermalukan n membuka aim ortunya dimana mana demi menyenangkan hati manusia yg berwatak setan, lupa suatu saat akan diminta pertanggung jawaban dihadapan Allah swt. Ibarat lilin berkorban utk orang lain, membiarkan dirinya sendiri terbakar dimakan api, demi orang lain yg kerjaannya tukang ngeret, mencuci otak anak orang dg kata kata n mantra agar nurut diajak masuk neraka kelak. Celakanya, didunia kehilangan ortu (krn dianggap mati) n keluarga besarnya. Di akherat akan kehilangan surga, karena durhaka. Malin Kundang dizaman modern makin banyak. Naudhubillahi mindhalik.
Subscribe to:
Posts (Atom)

