Tuesday, 17 February 2009
Daughter bedroom
Daughter Bedroom
In ancient times, there is a country led by a king who is very fair and wise. enough prosperous people and all their needs. But there's one that still feels lacking. King was not the offspring. Every day the king and queen consort always pray that was a child. Finally, the consort of King and prayer granted. After the 9 months, consort of children birth to a beautiful woman. King is very happy, he throw a party and invite friends and the entire kingdom of people. 7 King also invited the witch to spell well.
"Be thou my daughter a good heart," said the first witch. "Be you a beautiful daughter," said the witch. "Be thou a daughter fair and handsome," said the third witch. "Be thou the clever daughter dance," said the fourth witch. "Be thou my daughter sing the panda," said the witch sixth. Before the witch of the seventh to give his magic formula, suddenly opens the palace doors. Wicked witch of the entrance while shouting, "Why I am not invited to this party?".
Last witch who has not had time to give magic formula was hiding behind the curtains. "Because I am not invited, I will condemn children. Evil old witch immediately approached the bed while the girls said," The daughter will die needle stuck spinning yarn, ha ha ha ha ... ... "The wicked witch went immediately after removing the curse.
The invitation surprised to hear the curse of the evil witch. King and queen consort sad crying. At that time, the good witch turn up seventh, "Do not worry, I can alleviate the curse of evil witch. The girls will not pass away, he will only fall asleep for 100 years after the infected needle spinning yarn, and he will be awakened again after coming on a Prince , "said the witch of the seventh. After that incident, the King immediately ordered that all the yarn spinning wheel in the country immediately collected and burned.
Six years later, the daughter has grown into a beautiful girl and a good heart. Not how long the king and empress to travel to foreign countries. The daughter lived in a beautiful palace. He was walking out the palace. He entered into a castle. Inside the castle, he saw a room that he had never see before. He opened the door and the room was in the room, he saw a grandmother are spin yarns. After talking with an old grandmother, the daughter sat in front of the spinning wheel and began to play the spinning wheel. While it is fun to play instruments spun, suddenly the princees finger stuck needle spinning wheel. She scream out in pain and fall in lantati. "Hi ... hi ... hi ... end your life!", Said that the grandmother is the wicked witch.
The loss of the daughter and the palace to make her parents worry. All persons ordered to find the daughter. The daughter was found. But he is not awar themselves. "Son! You unlucky ..." King of the average. Suddenly came a young witch the good heart. He said, "Do not worry, Mr daughter will only fall asleep for a hundred years. But he will not be alone. I will put to you all," he said while content to spread magic palace. Then, witch is close to the palace thorn that nothing can enter the palace.
One hundred years is long passed. A prince from the land of the accident through the palace that the closed-thorn. According to the story of the village around the lake, the palace was inhabited by a dragon that egregious. Of course, Prince does not believe that any news on that. "I will destroy the dragon," said the Prince. Prince also went to the palace. Arrived gate in the palace, Prince his sword issue to cut the bush in the way of entry. However, after the cut many times the bushes back as they are. "What is this bush?" Prince said wonderment. Suddenly a young witch turn up a good heart. "Use this sword," he said while giving a base a sparkler.
With the new his sword, Prince succeeded to enter the palace. " he was a tower guarded by the dragon." Prince was soon climbing the tower. Wicked witch is to see events through the ball his kristal. "Finally you came, Prince. You will be exposed to the curse of my magic!" Wicked witch is rushing up to the tower. He was off the Prince. "O Prince, if you want to enter, you must defeat me first!" Witch the screaming. In a flash, he changed himself into a giant dragon is frightening. He eject a hot fire.
Prince avoid bursts of fire from it. He repel the rays radiated from the mouth of the dragon with his sword. When the hilt is lustrous, the rays bounce back and the eye of the giant dragon. Then, with a flash, Prince threw his sword to the neck of the dragon. "Aaaa ...." The dragon fell sprawling on the ground, and back to the original form, then die. Once the body is an old witch disappeared, a thorn for this palace took cover disappeared. In the palace, the flowers start blossom and birds chirp cheery. Prince upset to see it. Suddenly a young witch who appears in good heart before the Prince.
"Prince, you have successfully remove a curse upon this palace. Now go to where the daughter to bed," he said. Prince to a room where the daughter to bed. He saw a beautiful daughter with sweet cheeks red roses that chap. "The princees, open your eyes," he said while mengenggam hands of the daughter. Prince kissed the cheek the princess. At that time also, the curse disappear daughter. After sleeping for a hundred years old, the daughter awakened to the confusion. "Ah ... what happened ... who ... you? answered. Then Prince told all events that have occurred in the daughter.
"Prince, you have overcome the hideous dragon. The prince Thank you," said the daughter. In the palace hall, all the people waiting for the arrival of the daughter. When he saw the daughter in a healthy condition, and the consort of the King is very happy. They are very grateful to the Prince of the brave. The prince then said, "Worship the King, the servant had a request. Servant want to get married with the daughter." King also agreed. All the people involved happy to hear it. Daughter's wedding day and the Prince was to arrive. crowd-person crowd came from all over the country to say goodbye. Seven good witch also comes with the prize.
Putri Tidur
Dahulu kala, terdapat sebuah negeri yang dipimpin oleh raja yang sangat adil dan bijaksana. Rakyatnya makmur dan tercukupi semua kebutuhannya. Tapi ada satu yang masih terasa kurang. Sang Raja belum dikaruniai keturunan. Setiap hari Raja dan permaisuri selalu berdoa agar dikaruniai seorang anak. Akhirnya, doa Raja dan permaisuri dikabulkan. Setelah 9 bulan mengandung, permaisuri melahirkan seorang anak wanita yang cantik. Raja sangat bahagia, ia mengadakan pesta dan mengundang kerajaan sahabat serta seluruh rakyatnya. Raja juga mengundang 7 penyihir baik untuk memberikan mantera baiknya.
"Jadilah engkau putri yang baik hati", kata penyihir pertama. "Jadilah engkau putri yang cantik", kata penyihir kedua. "Jadilah engkau putri yang jujur dan anggun", kata penyihir ketiga. "Jadilah engkau putri yang pandai berdansa", kata penyihir keempat. "Jadilah engkau putri yang panda menyanyi," kata penyihir keenam. Sebelum penyihir ketujuh memberikan mantranya, tiba-tiba pintu istana terbuka. Sang penyihir jahat masuk sambil berteriak, "Mengapa aku tidak diundang ke pesta ini?".
Penyihir terakhir yang belum sempat memberikan mantranya sempat bersembunyi dibalik tirai. "Karena aku tidak diundang, aku akan mengutuk anakmu. Penyihir tua yang jahat segera mendekati tempat tidur sang putri sambil berkata,"Sang putri akan mati tertusuk jarum pemintal benang, ha ha ha ha…..". Si penyihir jahat segera pergi setelah mengeluarkan kutukannya.
Para undangan terkejut mendengar kutukan sang penyihir jahat itu. Raja dan permaisuri menangis sedih. Pada saat itu, muncullah penyihir baik yang ketujuh, "Jangan khawatir, aku bisa meringankan kutukan penyihir jahat. Sang putri tidak akan wafat, ia hanya akan tertidur selama 100 tahun setelah terkena jarum pemintal benang, dan ia akan terbangun kembali setelah seorang Pangeran datang padanya", ujar penyihir ketujuh. Setelah kejadian itu, Raja segera memerintahkan agar semua alat pemintal benang yang ada di negerinya segera dikumpulkan dan dibakar.
Enam belas tahun kemudian, sang putri telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan baik hati. Tidak berapa lama Raja dan Permaisuri melakukan perjalanan ke luar negeri. Sang Putri yang cantik tinggal di istana. Ia berjalan-jalan keluar istana. Ia masuk ke dalam sebuah puri. Di dalam puri itu, ia melihat sebuah kamar yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia membuka pintu kamar tersebut dan ternyata di dalam kamar itu, ia melihat seorang nenek sedang memintal benang. Setelah berbicara dengan nenek tua, sang Putri duduk di depan alat pemintal dan mulai memutar alat pemintal itu. Ketika sedang asyik memutar alat pintal, tiba-tiba jari sang Putri tertusuk jarum alat pemintal. Ia menjerit kesakitan dan tersungkur di lantati. "Hi… hi…hi… tamatlah riwayatmu!", kata sang nenek yang ternyata adalah si penyihir jahat.
Hilangnya sang Putri dan istana membuat khawatir orang tuanya. Semua orang diperintahkan untuk mencari sang Putri. Sang putri pun ditemukan. Tetapi ia dalam keadaan tak sadarkan diri. "Anakku ! malang sekali nasibmu…" rata Raja. Tiba-tiba datanglah penyihir muda yang baik hati. Katanya, "Jangan khawatir, Tuan Putri hanya akan tertidur selama seratus tahun. Tapi, ia tidak akan sendirian. Aku akan menidurkan kalian semua," lanjutnya sambil menebarkan sihirnya ke seisi istana. Kemudian, penyihir itu menutup istana dengan semak berduri agar tak ada yang bisa masuk ke istana.
Seratus tahun yang panjang pun berlalu. Seorang pangeran dari negeri seberang kebetulan lewat di istana yang tertutup semak berduri itu. Menurut cerita orang desa di sekitar situ, istana itu dihuni oleh seekor naga yang mengerikan. Tentu saja Pangeran tidak percaya begitu saja pada kabar itu. "Akan ku hancurkan naga itu," kata sang Pangeran. Pangeran pun pergi ke istana. Sesampai di gerbang istana, Pangeran mengeluarkan pedangnya untuk memotong semak belukar yang menghalangi jalan masuk. Namun, setelah dipotong berkali-kali semak itu kembali seperti semula. "Semak apa ini ?" kata Pangeran keheranan. Tiba-tiba muncullah seorang penyihir muda yang baik hati. "Pakailah pedang ini," katanya sambil memberikan sebuah yang pangkalnya berkilauan.
Dengan pedangnya yang baru, Pangeran berhasil masuk ke istana. "Nah, itu dia menara yang dijaga oleh naga." Pangeran segera menaiki menara itu. Penyihir jahat melihat kejadian itu melalui bola kristalnya. "Akhirnya kau datang, Pangeran. Kau pun akan terkena kutukan sihirku!" Penyihir jahat itu bergegas naik ke menara. Ia menghadang sang Pangeran. "Hai Pangeran!, jika kau ingin masuk, kau harus mengalahkan aku terlebih dahulu!" teriak si Penhyihir. Dalam sekejap, ia merubah dirinya menjadi seekor naga raksasa yang menakutkan. Ia menyemburkan api yang panas.
Pangeran menghindar dari semburan api itu. Ia menangkis sinar yang terpancar dari mulut naga itu dengan pedangnya. Ketika mengenai pangkal pedang yang berkilau, sinar itu memantul kembali dan mengenai mata sang naga raksasa. Kemudian, dengan secepat kilat, Pangeran melemparkan pedangnya ke arah leher sang naga. "Aaaa….!" Naga itu jatuh terkapar di tanah, dan kembali ke bentuk semula, lalu mati. Begitu tubuh penyihir tua itu lenyap, semak berduri yang selama ini menutupi istana ikut lenyap. Di halaman istana, bunga-bunga mulai bermekaran dan burung-burung berkicau riang. Pangeran terkesima melihat hal itu. Tiba-tiba penyihir muda yang baik hati muncul di hadapan Pangeran.
"Pangeran, engkau telah berhasil menghapus kutukan atas istana ini. Sekarang pergilah ke tempat sang Putri tidur," katanya. Pangeran menuju ke sebuah ruangan tempat sang Putri tidur. Ia melihat seorang Putri yang cantik jelita dengan pipi semerah mawar yang merekah. "Putri, bukalah matamu," katanya sambil mengenggam tangan sang Putri. Pangeran mencium pipi sang Putri. Pada saat itu juga, hilanglah kutukan sang Putri. Setelah tertidur selama seratus tahun, sang Putri terbangun dengan kebingungan. "Ah… apa yang terjadi…? Siapa kamu…? Tanyanya. Lalu Pangeran menceritakan semua kejadian yang telah terjadi pada sang Putri.
"Pangeran, kau telah mengalahkan naga yang menyeramkan. Terima kasih Pangeran," kata sang Putri. Di aula istana, semua orang menunggu kedatangan sang Putri. Ketika melihat sang Putri dalam keadaan sehat, Raja dan Permaisuri sangat bahagia. Mereka sangat berterima kasih pada sang Pangeran yang gagah berani. Kemudian Pangerang berkata, "Paduka Raja, hamba punya satu permohonan. Hamba ingin menikah dengan sang Putri." Raja pun menyetujuinya. Semua orang ikut bahagia mendengar hal itu. Hari pernikahan sang Putri dan Pangeran pun tiba. Orang berbondong-bondong datang dari seluruh pelosok negeri untuk mengucapkan selamat. Tujuh penyihir yang baik juga datang dengan membawa hadiah.
Cindy f.w._29_XII IPA 1
In ancient times, there is a country led by a king who is very fair and wise. enough prosperous people and all their needs. But there's one that still feels lacking. King was not the offspring. Every day the king and queen consort always pray that was a child. Finally, the consort of King and prayer granted. After the 9 months, consort of children birth to a beautiful woman. King is very happy, he throw a party and invite friends and the entire kingdom of people. 7 King also invited the witch to spell well.
"Be thou my daughter a good heart," said the first witch. "Be you a beautiful daughter," said the witch. "Be thou a daughter fair and handsome," said the third witch. "Be thou the clever daughter dance," said the fourth witch. "Be thou my daughter sing the panda," said the witch sixth. Before the witch of the seventh to give his magic formula, suddenly opens the palace doors. Wicked witch of the entrance while shouting, "Why I am not invited to this party?".
Last witch who has not had time to give magic formula was hiding behind the curtains. "Because I am not invited, I will condemn children. Evil old witch immediately approached the bed while the girls said," The daughter will die needle stuck spinning yarn, ha ha ha ha ... ... "The wicked witch went immediately after removing the curse.
The invitation surprised to hear the curse of the evil witch. King and queen consort sad crying. At that time, the good witch turn up seventh, "Do not worry, I can alleviate the curse of evil witch. The girls will not pass away, he will only fall asleep for 100 years after the infected needle spinning yarn, and he will be awakened again after coming on a Prince , "said the witch of the seventh. After that incident, the King immediately ordered that all the yarn spinning wheel in the country immediately collected and burned.
Six years later, the daughter has grown into a beautiful girl and a good heart. Not how long the king and empress to travel to foreign countries. The daughter lived in a beautiful palace. He was walking out the palace. He entered into a castle. Inside the castle, he saw a room that he had never see before. He opened the door and the room was in the room, he saw a grandmother are spin yarns. After talking with an old grandmother, the daughter sat in front of the spinning wheel and began to play the spinning wheel. While it is fun to play instruments spun, suddenly the princees finger stuck needle spinning wheel. She scream out in pain and fall in lantati. "Hi ... hi ... hi ... end your life!", Said that the grandmother is the wicked witch.
The loss of the daughter and the palace to make her parents worry. All persons ordered to find the daughter. The daughter was found. But he is not awar themselves. "Son! You unlucky ..." King of the average. Suddenly came a young witch the good heart. He said, "Do not worry, Mr daughter will only fall asleep for a hundred years. But he will not be alone. I will put to you all," he said while content to spread magic palace. Then, witch is close to the palace thorn that nothing can enter the palace.
One hundred years is long passed. A prince from the land of the accident through the palace that the closed-thorn. According to the story of the village around the lake, the palace was inhabited by a dragon that egregious. Of course, Prince does not believe that any news on that. "I will destroy the dragon," said the Prince. Prince also went to the palace. Arrived gate in the palace, Prince his sword issue to cut the bush in the way of entry. However, after the cut many times the bushes back as they are. "What is this bush?" Prince said wonderment. Suddenly a young witch turn up a good heart. "Use this sword," he said while giving a base a sparkler.
With the new his sword, Prince succeeded to enter the palace. " he was a tower guarded by the dragon." Prince was soon climbing the tower. Wicked witch is to see events through the ball his kristal. "Finally you came, Prince. You will be exposed to the curse of my magic!" Wicked witch is rushing up to the tower. He was off the Prince. "O Prince, if you want to enter, you must defeat me first!" Witch the screaming. In a flash, he changed himself into a giant dragon is frightening. He eject a hot fire.
Prince avoid bursts of fire from it. He repel the rays radiated from the mouth of the dragon with his sword. When the hilt is lustrous, the rays bounce back and the eye of the giant dragon. Then, with a flash, Prince threw his sword to the neck of the dragon. "Aaaa ...." The dragon fell sprawling on the ground, and back to the original form, then die. Once the body is an old witch disappeared, a thorn for this palace took cover disappeared. In the palace, the flowers start blossom and birds chirp cheery. Prince upset to see it. Suddenly a young witch who appears in good heart before the Prince.
"Prince, you have successfully remove a curse upon this palace. Now go to where the daughter to bed," he said. Prince to a room where the daughter to bed. He saw a beautiful daughter with sweet cheeks red roses that chap. "The princees, open your eyes," he said while mengenggam hands of the daughter. Prince kissed the cheek the princess. At that time also, the curse disappear daughter. After sleeping for a hundred years old, the daughter awakened to the confusion. "Ah ... what happened ... who ... you? answered. Then Prince told all events that have occurred in the daughter.
"Prince, you have overcome the hideous dragon. The prince Thank you," said the daughter. In the palace hall, all the people waiting for the arrival of the daughter. When he saw the daughter in a healthy condition, and the consort of the King is very happy. They are very grateful to the Prince of the brave. The prince then said, "Worship the King, the servant had a request. Servant want to get married with the daughter." King also agreed. All the people involved happy to hear it. Daughter's wedding day and the Prince was to arrive. crowd-person crowd came from all over the country to say goodbye. Seven good witch also comes with the prize.
Putri Tidur
Dahulu kala, terdapat sebuah negeri yang dipimpin oleh raja yang sangat adil dan bijaksana. Rakyatnya makmur dan tercukupi semua kebutuhannya. Tapi ada satu yang masih terasa kurang. Sang Raja belum dikaruniai keturunan. Setiap hari Raja dan permaisuri selalu berdoa agar dikaruniai seorang anak. Akhirnya, doa Raja dan permaisuri dikabulkan. Setelah 9 bulan mengandung, permaisuri melahirkan seorang anak wanita yang cantik. Raja sangat bahagia, ia mengadakan pesta dan mengundang kerajaan sahabat serta seluruh rakyatnya. Raja juga mengundang 7 penyihir baik untuk memberikan mantera baiknya.
"Jadilah engkau putri yang baik hati", kata penyihir pertama. "Jadilah engkau putri yang cantik", kata penyihir kedua. "Jadilah engkau putri yang jujur dan anggun", kata penyihir ketiga. "Jadilah engkau putri yang pandai berdansa", kata penyihir keempat. "Jadilah engkau putri yang panda menyanyi," kata penyihir keenam. Sebelum penyihir ketujuh memberikan mantranya, tiba-tiba pintu istana terbuka. Sang penyihir jahat masuk sambil berteriak, "Mengapa aku tidak diundang ke pesta ini?".
Penyihir terakhir yang belum sempat memberikan mantranya sempat bersembunyi dibalik tirai. "Karena aku tidak diundang, aku akan mengutuk anakmu. Penyihir tua yang jahat segera mendekati tempat tidur sang putri sambil berkata,"Sang putri akan mati tertusuk jarum pemintal benang, ha ha ha ha…..". Si penyihir jahat segera pergi setelah mengeluarkan kutukannya.
Para undangan terkejut mendengar kutukan sang penyihir jahat itu. Raja dan permaisuri menangis sedih. Pada saat itu, muncullah penyihir baik yang ketujuh, "Jangan khawatir, aku bisa meringankan kutukan penyihir jahat. Sang putri tidak akan wafat, ia hanya akan tertidur selama 100 tahun setelah terkena jarum pemintal benang, dan ia akan terbangun kembali setelah seorang Pangeran datang padanya", ujar penyihir ketujuh. Setelah kejadian itu, Raja segera memerintahkan agar semua alat pemintal benang yang ada di negerinya segera dikumpulkan dan dibakar.
Enam belas tahun kemudian, sang putri telah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik dan baik hati. Tidak berapa lama Raja dan Permaisuri melakukan perjalanan ke luar negeri. Sang Putri yang cantik tinggal di istana. Ia berjalan-jalan keluar istana. Ia masuk ke dalam sebuah puri. Di dalam puri itu, ia melihat sebuah kamar yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Ia membuka pintu kamar tersebut dan ternyata di dalam kamar itu, ia melihat seorang nenek sedang memintal benang. Setelah berbicara dengan nenek tua, sang Putri duduk di depan alat pemintal dan mulai memutar alat pemintal itu. Ketika sedang asyik memutar alat pintal, tiba-tiba jari sang Putri tertusuk jarum alat pemintal. Ia menjerit kesakitan dan tersungkur di lantati. "Hi… hi…hi… tamatlah riwayatmu!", kata sang nenek yang ternyata adalah si penyihir jahat.
Hilangnya sang Putri dan istana membuat khawatir orang tuanya. Semua orang diperintahkan untuk mencari sang Putri. Sang putri pun ditemukan. Tetapi ia dalam keadaan tak sadarkan diri. "Anakku ! malang sekali nasibmu…" rata Raja. Tiba-tiba datanglah penyihir muda yang baik hati. Katanya, "Jangan khawatir, Tuan Putri hanya akan tertidur selama seratus tahun. Tapi, ia tidak akan sendirian. Aku akan menidurkan kalian semua," lanjutnya sambil menebarkan sihirnya ke seisi istana. Kemudian, penyihir itu menutup istana dengan semak berduri agar tak ada yang bisa masuk ke istana.
Seratus tahun yang panjang pun berlalu. Seorang pangeran dari negeri seberang kebetulan lewat di istana yang tertutup semak berduri itu. Menurut cerita orang desa di sekitar situ, istana itu dihuni oleh seekor naga yang mengerikan. Tentu saja Pangeran tidak percaya begitu saja pada kabar itu. "Akan ku hancurkan naga itu," kata sang Pangeran. Pangeran pun pergi ke istana. Sesampai di gerbang istana, Pangeran mengeluarkan pedangnya untuk memotong semak belukar yang menghalangi jalan masuk. Namun, setelah dipotong berkali-kali semak itu kembali seperti semula. "Semak apa ini ?" kata Pangeran keheranan. Tiba-tiba muncullah seorang penyihir muda yang baik hati. "Pakailah pedang ini," katanya sambil memberikan sebuah yang pangkalnya berkilauan.
Dengan pedangnya yang baru, Pangeran berhasil masuk ke istana. "Nah, itu dia menara yang dijaga oleh naga." Pangeran segera menaiki menara itu. Penyihir jahat melihat kejadian itu melalui bola kristalnya. "Akhirnya kau datang, Pangeran. Kau pun akan terkena kutukan sihirku!" Penyihir jahat itu bergegas naik ke menara. Ia menghadang sang Pangeran. "Hai Pangeran!, jika kau ingin masuk, kau harus mengalahkan aku terlebih dahulu!" teriak si Penhyihir. Dalam sekejap, ia merubah dirinya menjadi seekor naga raksasa yang menakutkan. Ia menyemburkan api yang panas.
Pangeran menghindar dari semburan api itu. Ia menangkis sinar yang terpancar dari mulut naga itu dengan pedangnya. Ketika mengenai pangkal pedang yang berkilau, sinar itu memantul kembali dan mengenai mata sang naga raksasa. Kemudian, dengan secepat kilat, Pangeran melemparkan pedangnya ke arah leher sang naga. "Aaaa….!" Naga itu jatuh terkapar di tanah, dan kembali ke bentuk semula, lalu mati. Begitu tubuh penyihir tua itu lenyap, semak berduri yang selama ini menutupi istana ikut lenyap. Di halaman istana, bunga-bunga mulai bermekaran dan burung-burung berkicau riang. Pangeran terkesima melihat hal itu. Tiba-tiba penyihir muda yang baik hati muncul di hadapan Pangeran.
"Pangeran, engkau telah berhasil menghapus kutukan atas istana ini. Sekarang pergilah ke tempat sang Putri tidur," katanya. Pangeran menuju ke sebuah ruangan tempat sang Putri tidur. Ia melihat seorang Putri yang cantik jelita dengan pipi semerah mawar yang merekah. "Putri, bukalah matamu," katanya sambil mengenggam tangan sang Putri. Pangeran mencium pipi sang Putri. Pada saat itu juga, hilanglah kutukan sang Putri. Setelah tertidur selama seratus tahun, sang Putri terbangun dengan kebingungan. "Ah… apa yang terjadi…? Siapa kamu…? Tanyanya. Lalu Pangeran menceritakan semua kejadian yang telah terjadi pada sang Putri.
"Pangeran, kau telah mengalahkan naga yang menyeramkan. Terima kasih Pangeran," kata sang Putri. Di aula istana, semua orang menunggu kedatangan sang Putri. Ketika melihat sang Putri dalam keadaan sehat, Raja dan Permaisuri sangat bahagia. Mereka sangat berterima kasih pada sang Pangeran yang gagah berani. Kemudian Pangerang berkata, "Paduka Raja, hamba punya satu permohonan. Hamba ingin menikah dengan sang Putri." Raja pun menyetujuinya. Semua orang ikut bahagia mendengar hal itu. Hari pernikahan sang Putri dan Pangeran pun tiba. Orang berbondong-bondong datang dari seluruh pelosok negeri untuk mengucapkan selamat. Tujuh penyihir yang baik juga datang dengan membawa hadiah.
Cindy f.w._29_XII IPA 1
Sunday, 15 February 2009
This is an example of how nature was converted into a legend, such as Bandung lake and Mt Tangkuban Perahu with the story of Queen Dayang Sumbi and her son Sangkuriang cited from Neuman va Padang (1971). Once Sangkuriang, whilst growing up, he was so naughty and got hurt and the wound formed an ugly scar.
The King, who loved his son above everything was so furious that his son had hurt himself that he rejected his wife. Fifteen years later, being of age, Sangkuriang asked his father permission to take a trip to West Java. After arriving in the plain of Bandung, he met a beautiful lady, fell in love and ask her to marry him and she accepted. But one day when she caressed her lover’s head she saw the wound. The loving woman, turned out to be the disowned queen, discovered that she was in love with her son and marriage was impossible.
The marriage had to be prevented. Not willing to admit that she was his mother she thought of a way out. The day before the wedding was due to take place, she said to her husband to be, tomorrow is our wedding day, and if you are true to your love to me and love me as much you say do then I want to celebrate the wedding on board a ship, a proa. Tomorrow morning at day break, I want to sail with you on a great lake in a nice boat and there must be a banquet feast. Sangkuriang was embarrassed but he was not willing to refuse. He begged the help of the lake’s helpful spirits. By causing a landslide, the lake spirit dammed the river Citarum that flowed through the plain of Bandung. The force of the water felled big tree and a boat was constructed while other lake spirits prepared the wedding banquet.
Early in the morning the Queen saw that the impossible had been realised so she prayed to Brama, the mighty God, to help her to prevent the disgrace of a marriage between a mother and her son. Brama destroyed the dam in turbulence and Sangkuriang was drowned. The queen in her agony threw herself on the capsized boat, breaking through the hull of the ship and was also drowned.
Now, the vast plain of Bandung is flanked on its north side by the volcano Tangkuban Perahu, the capsized boat. The Queen’s jump on the hull of the ship is the Kawah Ratu, the crater of the Queen. The hot fumaroles and tremors in the crater represent the tears of the sad mother still sobbing. East of Mt Tangkuban Perahu rises the Bukit Tunggul, trunk mountain, the trunk of the tree from which the boat was made and to the west we find Mt Burangrang, the “crown of leaves”. At many places along the shore of the lake Neolithic obsidian tools of primitive inhabitants are found and described by von Koeningswald (1935). These Neolithic people noticed that the hold was cut deeper and deeper by erosion caused by the lowering water. Finally only a marshy plain remained.
Centuries later the inhabitants of Bandung plain still know about the legend of the existence of a former lake. Not knowing anything about geology, but living in the taboos of spirit ghosts and Gods, geological facts were put together in a tale that was understandable.
Ini adalah contoh bagaimana alam telah dikonversi menjadi legenda, seperti danau Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu dengan cerita Ratu Dayang Sumbi dan Sangkuriang anaknya dikutip dari Neuman va Padang (1971). Setelah Sangkuriang, sementara tumbuh dewasa, dia jadi nakal dan terluka dan mendapat luka yang meninggalkan bekas luka. Raja, yang mengasihi anaknya di atas segalanya sangat hebat anaknya yang telah menyakiti dirinya bahwa ia menolak istrinya. Lima belas tahun kemudian, karena usia, Sangkuriang ditanya ayahnya izin untuk bepergian ke Jawa Barat. Setelah tiba di dataran Bandung, ia bertemu dengan seorang wanita cantik, jatuh cinta dan meminta dia untuk menikahi dia dan dia diterima. Tetapi satu hari ketika ia caressed her lover kepala dia melihat luka. Wanita yang penuh kasih, ternyata menjadi disowned ratu, menemukan bahwa dia cinta dengan anaknya dan perkawinan adalah mustahil. Perkawinan harus dicegah. Tidak mau mengakui bahwa dia adalah ibunya dia pemikiran jalan keluar. Hari sebelum pernikahan itu karena terjadi, dia berkata kepada suaminya yang akan, besok adalah hari pernikahan kami, dan jika Anda benar Anda suka saya dan saya kasih sebanyak apa yang Anda katakan kemudian saya ingin merayakan pernikahan pada papan sebuah kapal, sebuah perahu. Besok pagi pada jam istirahat, saya ingin berlayar dengan Anda di danau yang besar dalam nice perahu dan harus ada suatu perjamuan pesta. Sangkuriang telah malu tetapi dia tidak bersedia untuk menolak. Dia begged bantuan danau dari helpful roh. Oleh menyebabkan tanah longsor, danau semangat dammed sungai Citarum yang dialirkan melalui dataran Bandung. Kekuatan air roboh dan pohon besar, kapal ini dibuat sementara lainnya danau roh mempersiapkan perjamuan pernikahan. Pagi-pagi Ratu melihat bahwa mungkin telah menyadari sehingga ia berdoa kepada Brama, Allah yang kuat, untuk membantunya untuk mencegah fadihat dari perkawinan antara ibu dan anaknya. Brama menghancurkan bendungan dalam kerusuhan dan Sangkuriang telah tenggelam. Ratu di sekarat melemparkan diri pada capsized perahu, melanggar melalui hull dari kapal dan juga tenggelam. Kini, luas biasa dari Bandung flanked pada sisi utara oleh gunung berapi Tangkuban Perahu, yang capsized perahu. The Queen's melompat pada hull dari kapal adalah Kawah Ratu, kawah yang dari Queen. Fumaroles yang panas dan tremors di kawah mewakili air mata dari ibu masih sedih tersedu. Timur Gunung Tangkuban Perahu meningkat di Bukit Tunggul, gunung batang, yang batang pohon dari perahu yang dibuat dan di sebelah barat kami menemukan Gunung Burangrang, yang "mahkota daun". Di banyak tempat di sepanjang pantai danau Obsidian alat berkenaan dgn jaman batu baru dari penduduk primitif yang ditemukan dan dijelaskan oleh von Koeningswald (1935). Berkenaan dgn jaman batu baru ini bahwa orang yang terus memotong dan lebih mendalam oleh erosi yang disebabkan oleh penurunan air. Akhirnya hanya rawa tetap polos. Abad kemudian penduduk Bandung masih polos tentang legenda mengetahui keberadaan mantan danau. Tidak mengetahui apapun tentang geologi, tetapi tinggal di taboos ghosts dan roh dari Allah, geologi telah mengumpulkan fakta-fakta dalam cerita yang dapat dimengerti.
ARIEF JAKA
XII IPA3
13
The King, who loved his son above everything was so furious that his son had hurt himself that he rejected his wife. Fifteen years later, being of age, Sangkuriang asked his father permission to take a trip to West Java. After arriving in the plain of Bandung, he met a beautiful lady, fell in love and ask her to marry him and she accepted. But one day when she caressed her lover’s head she saw the wound. The loving woman, turned out to be the disowned queen, discovered that she was in love with her son and marriage was impossible.
The marriage had to be prevented. Not willing to admit that she was his mother she thought of a way out. The day before the wedding was due to take place, she said to her husband to be, tomorrow is our wedding day, and if you are true to your love to me and love me as much you say do then I want to celebrate the wedding on board a ship, a proa. Tomorrow morning at day break, I want to sail with you on a great lake in a nice boat and there must be a banquet feast. Sangkuriang was embarrassed but he was not willing to refuse. He begged the help of the lake’s helpful spirits. By causing a landslide, the lake spirit dammed the river Citarum that flowed through the plain of Bandung. The force of the water felled big tree and a boat was constructed while other lake spirits prepared the wedding banquet.
Early in the morning the Queen saw that the impossible had been realised so she prayed to Brama, the mighty God, to help her to prevent the disgrace of a marriage between a mother and her son. Brama destroyed the dam in turbulence and Sangkuriang was drowned. The queen in her agony threw herself on the capsized boat, breaking through the hull of the ship and was also drowned.
Now, the vast plain of Bandung is flanked on its north side by the volcano Tangkuban Perahu, the capsized boat. The Queen’s jump on the hull of the ship is the Kawah Ratu, the crater of the Queen. The hot fumaroles and tremors in the crater represent the tears of the sad mother still sobbing. East of Mt Tangkuban Perahu rises the Bukit Tunggul, trunk mountain, the trunk of the tree from which the boat was made and to the west we find Mt Burangrang, the “crown of leaves”. At many places along the shore of the lake Neolithic obsidian tools of primitive inhabitants are found and described by von Koeningswald (1935). These Neolithic people noticed that the hold was cut deeper and deeper by erosion caused by the lowering water. Finally only a marshy plain remained.
Centuries later the inhabitants of Bandung plain still know about the legend of the existence of a former lake. Not knowing anything about geology, but living in the taboos of spirit ghosts and Gods, geological facts were put together in a tale that was understandable.
Ini adalah contoh bagaimana alam telah dikonversi menjadi legenda, seperti danau Bandung dan Gunung Tangkuban Perahu dengan cerita Ratu Dayang Sumbi dan Sangkuriang anaknya dikutip dari Neuman va Padang (1971). Setelah Sangkuriang, sementara tumbuh dewasa, dia jadi nakal dan terluka dan mendapat luka yang meninggalkan bekas luka. Raja, yang mengasihi anaknya di atas segalanya sangat hebat anaknya yang telah menyakiti dirinya bahwa ia menolak istrinya. Lima belas tahun kemudian, karena usia, Sangkuriang ditanya ayahnya izin untuk bepergian ke Jawa Barat. Setelah tiba di dataran Bandung, ia bertemu dengan seorang wanita cantik, jatuh cinta dan meminta dia untuk menikahi dia dan dia diterima. Tetapi satu hari ketika ia caressed her lover kepala dia melihat luka. Wanita yang penuh kasih, ternyata menjadi disowned ratu, menemukan bahwa dia cinta dengan anaknya dan perkawinan adalah mustahil. Perkawinan harus dicegah. Tidak mau mengakui bahwa dia adalah ibunya dia pemikiran jalan keluar. Hari sebelum pernikahan itu karena terjadi, dia berkata kepada suaminya yang akan, besok adalah hari pernikahan kami, dan jika Anda benar Anda suka saya dan saya kasih sebanyak apa yang Anda katakan kemudian saya ingin merayakan pernikahan pada papan sebuah kapal, sebuah perahu. Besok pagi pada jam istirahat, saya ingin berlayar dengan Anda di danau yang besar dalam nice perahu dan harus ada suatu perjamuan pesta. Sangkuriang telah malu tetapi dia tidak bersedia untuk menolak. Dia begged bantuan danau dari helpful roh. Oleh menyebabkan tanah longsor, danau semangat dammed sungai Citarum yang dialirkan melalui dataran Bandung. Kekuatan air roboh dan pohon besar, kapal ini dibuat sementara lainnya danau roh mempersiapkan perjamuan pernikahan. Pagi-pagi Ratu melihat bahwa mungkin telah menyadari sehingga ia berdoa kepada Brama, Allah yang kuat, untuk membantunya untuk mencegah fadihat dari perkawinan antara ibu dan anaknya. Brama menghancurkan bendungan dalam kerusuhan dan Sangkuriang telah tenggelam. Ratu di sekarat melemparkan diri pada capsized perahu, melanggar melalui hull dari kapal dan juga tenggelam. Kini, luas biasa dari Bandung flanked pada sisi utara oleh gunung berapi Tangkuban Perahu, yang capsized perahu. The Queen's melompat pada hull dari kapal adalah Kawah Ratu, kawah yang dari Queen. Fumaroles yang panas dan tremors di kawah mewakili air mata dari ibu masih sedih tersedu. Timur Gunung Tangkuban Perahu meningkat di Bukit Tunggul, gunung batang, yang batang pohon dari perahu yang dibuat dan di sebelah barat kami menemukan Gunung Burangrang, yang "mahkota daun". Di banyak tempat di sepanjang pantai danau Obsidian alat berkenaan dgn jaman batu baru dari penduduk primitif yang ditemukan dan dijelaskan oleh von Koeningswald (1935). Berkenaan dgn jaman batu baru ini bahwa orang yang terus memotong dan lebih mendalam oleh erosi yang disebabkan oleh penurunan air. Akhirnya hanya rawa tetap polos. Abad kemudian penduduk Bandung masih polos tentang legenda mengetahui keberadaan mantan danau. Tidak mengetahui apapun tentang geologi, tetapi tinggal di taboos ghosts dan roh dari Allah, geologi telah mengumpulkan fakta-fakta dalam cerita yang dapat dimengerti.
ARIEF JAKA
XII IPA3
13
NIKO
Pada jaman dahulu kala, di tatar Parahyangan, berdiri sebuah kerajaan yang gemah ripah lohjinawi kerta raharja. Tersebutlah sang prabu yang gemar olah raga berburu binatang, yang senantiasa ditemani anjingnya yang setia, yang bernama "Tumang".
Pada suatu ketika sang Prabu berburu rusa, namun telah seharian hasilnya kurang menggembirakan. Binatang buruan di hutan seakan lenyap ditelan bumi. Ditengah kekecewaan tidak mendapatkan binatang buruannya, sang Prabu dikagetkan dengan nyalakan anjing setianya "Tumang" yang menemukan seorang bayi perempuan tergeletak diantara rimbunan rerumputan. Alangkah gembiranya sang Prabu, ketika ditemukannya bayi perempuan yang berparas cantik tersebut, mengingat telah cukup lama sang Prabu mendambakan seorang putri, namun belum juga dikaruniai anak. Bayi perempuan itu diberi nama Putri Dayangsumbi.
Alkisah putri Dayngsumbi nan cantik rupawan setelah dewasa dipersunting seorang pria, yang kemudian dikarunia seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang yang juga kelak memiliki kegemaran berburu seperti juga sang Prabu. Namun sayang suami Dayangsumbi tidak berumur panjang.
Suatu saat, Sangkuriang yang masih sangat muda belia, mengadakan perburuan ditemani anjing kesayangan sang Prabu yang juga kesayangan ibunya, yaitu Tumang. Namun hari yang kurang baik menyebabkan perburuan tidak memperoleh hasil binatang buruan. Karena Sangkuriang telah berjanji untuk mempersembahkan hati rusa untuk ibunya, sedangkan rusa buruan tidak didapatkannya, maka Sangkuriang nekad membunuh si Tumang anjing kesayangan ibunya dan juga sang Prabu untuk diambil hatinya, yang kemudian dipersembahkan kepada ibunya.
Ketika Dayangsumbi akhirnya mengetahui bahwa hati rusa yang dipersembahkan putranya tiada lain adalah hati "si Tumang" anjing kesayangannya, maka murkalah Dayangsumbi. Terdorong amarah, tanpa sengaja, dipukulnya kepala putranya dengan centong nasi yang sedang dipegangnya, hingga menimbulkan luka yang berbekas. Sangkuriang merasa usaha untuk menggembirakan ibunya sia-sia, dan merasa perbuatannya tidak bersalah. Pikirnya tiada hati rusa, hati anjingpun jadilah, dengan tidak memikirkan kesetiaan si Tumang yang selama hidupnya telah setia mengabdi pada majikannya. Sangkuriangpun minggat meninggalkan kerajaan, lalu menghilang tanpa karana.
Setelah kejadian itu Dayangsumbi merasa sangat menyesal, setiap hari ia selalu berdoa dan memohon kepada Hyang Tunggal, agar ia dapat dipertemukan kembali dengan putranya. Kelak permohonan ini terkabulkan, dan kemurahan sang Hyang Tunggal jualah maka Dayangsumbi dikaruniai awet muda. Syahdan Sangkuriang yang terus mengembara, ia tumbuh penjadi pemuda yang gagah perkasa, sakti mandraguna apalgi setelah ia berhasil menaklukan bangsa siluman yang sakti pula, yaitu Guriang Tujuh.
Dalam suatu saat pengembaraannya, Sangkuriang tanpa disadarinya ia kembali ke kerajaan dimana ia berasal. Dan alur cerita hidup mempertemukan ia dengan seorang putri yang berparas jelita nan menawan, yang tiada lain ialah putri Dayangsumbi. Sangkuriang jatuh hati kepada putri tersebut, demikianpula Dayangsumbi terpesona akan kegagahan dan ketampanan Sangkuriang, maka hubungan asmara keduanya terjalinlah. Sangkuriang maupun Dayangsumbi saat itu tidak mengetahui bahwa sebenarnya keduanya adalah ibu dan anak. Sangkuriang akhirnya melamar Dayangsumbi untuk dipersunting menjadi istrinya.
Namun lagi lagi alur cerita hidup membuka tabir yang tertutup, Dayangsumbi mengetahui bahwa pemuda itu adalah Sangkuriang anaknya, sewaktu ia melihat bekas luka dikepala Sangkuriang, saat ia membetulkan ikat kepala calon suaminya itu. Setelah merasa yakin bawa Sangkuriang anaknya, Dayangsumbi berusaha menggagalkan pernikahan dengan anaknya. Untuk mempersunting dirinya, Dayangsumbi mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi Sangkuriang dengan batas waktu sebelum fajar menyingsing.
Syarat pertama, Sangkuriang harus dapat membuat sebuah perahu yang besar. Syarat kedua, Sangkuriang harus dapat membuat danau untuk bisa dipakai berlayarnya perahu tersebut.
Sangkuriang menyanggupi syarat tersebut, ia bekerja lembur dibantu oleh wadiabalad siluman pimpinan Guriang Tujuh untuk mewujudkan permintaan tersebut. Kayu kayu besar untuk perahu dan membendung sungai Citarum, ia dapatkan dari hutan di sebuah gunung yang menurut legenda kelak diberi nama Gunung Bukit Tunggul. Adapun ranting dan daun dari pohon yang dipakai kayunya, ia kumpulkan disebuah bukit yang diberi nama gunung Burangrang.
Sementara itu Dayangsumbi-pun memohon sang Hyang Tunggal untuk menolongnya, menggagalkan maksud Sangkuriang untuk memperistri dirinya.
Sang Hyang Tunggal mengabulkan permohonan Dayangsumbi, sebelum pekerjaan Sangkuriang selesai, ayampun berkokok dan fajar menyingsing. Sangkuriang murka, mengetahui ia gagal memenuhi syarat tersebut, ia menendang perahu yang sedang dibuatnya. Perahu akhirnya jatuh menelungkup dan menurut legenda kelak jadilah Gunung Tangkubanparahu, sementara aliran Sungai Citarum yang dibendung sedikit demi sedikit membentuk danau Bandung.
Once upon a time, in the Tatar Parahyangan, established a kingdom that peaceful. The Sovereign have the love of sport hunting of animals, who always accompanied the faithful dog, called "Tumang."
The Sovereign when the deer hunting, but the results have been less brisk day. Game disappeared in the forest as if the earth swallowed. The disappointment of not getting the animals prey, The Sovereign starled with the dogs turn on "Tumang" who find a baby among women sprawling grassyfield. Would the happy Prabu, when finding a baby look beautiful woman who is, has been a long time considering the long the Sovereign a daughter, but also was not the child. Her baby daughter is named Dayangsumbi.
Once upon a time daughter Dayangsumbi which beautiful looking after married an adult male, who then gifted a son who is named Sangkuriang also soon have a penchant for hunting as well as the The Sovereign. But unfortunately Dayangsumbi husband not long-lived.
One time, Sangkuriang the young is still very young, a hunting dog accompanied the love The Sovereign who also favored his mother, namely Tumang. But that day is less good cause does not get the hunting game. Because Sangkuriang has promised to dedicate to his mother's heart deer, deer while it does not be obtained, Sangkuriang to kill the dog and his mother also favored the Sovereign taken to heart, which then be devoted to his mother.
When finally Dayangsumbi heart to know that the deer are no other son is the heart "of the Tumang love dog, then angry Dayangsumbi. Pushed anger, accidentally, striked head of her son with the current rice rice ladle dipegangnya, cause injury to the receptacle. Sangkuriang feel brisk business for his mother's futile, and deeds do not feel guilty. This opinion no deer liver, heart dog morning, with no loyalty to think that during the Tumang has devoted his life to serve employers. Sangkuriangpun flee the kingdom to leave, and disappeared without footstep.
After incident that Dayangsumbi feel very sorry for every day he always pray and ask to Hyang Tunggal, so that he can come together back with her son. Soon answered this application, and the kindness Hyang Tunggal then Dayangsumbi was ageless. Sangkuriang continue to roam, he grew becomei the burly youth, magic evenless after he successfully to lose nation that invisible magic also, namely Guriang Seven.
In a time roamed, Sangkuriang without conscious he returned to the kingdom which he came. The story flows and bring it alive with a daughter who look lovely nan captivating, that no other is the daughter Dayangsumbi. Sangkuriang love to my daughter, and will be stunned Dayangsumbi bravery and smartness Sangkuriang, the love affair both compose. At that time Sangkuriang and Dayangsumbi did not know that they are actually mother and child. Sangkuriang Dayangsumbi eventually apply for married become his wife.
However more stories flow again to open the curtain of life that is closed, Dayangsumbi know that youth is Sangkuriang son, when he saw Sangkuriang of the scar, when he tied the correct candidate is her husband. After feeling confident Sangkuriang take her son, Dayangsumbi attempt to thwart her son's wedding. Gain for himself, Dayangsumbi put two conditions that must be met with Sangkuriang the time before dawn break.
Terms of the first, Sangkuriang must be able to make a big boat. Terms of the second, Sangkuriang should be able to make the lake can be used for boat to sail it.
Sangkuriang be prepared to do these requirements, he worked overtime, aided by invisible wadiabalad Seven Guriang leaders to realize the request. Timber wood for boat Citarum river and dam, he got from a mountain forest in the future according to legend was named Mount Hill Tunggul. The branches and leaves from the tree that is used wood, he collected in a hill called Mount Burangrang.
Meanwhile Dayangsumbi-sang also seeking to help him Hyang Tunggal, to thwart the purpose Sangkuriang marry him. Sang Hyang Tunggal grant application Dayangsumbi, Sangkuriang before work is finished, and boast rooster morning dawn. Sangkuriang anger, knowing he failed to meet these requirements, they are kicking the boat dibuatnya. Boat finally lie face down and according to legend soon be Mount Tangkubanparahu, while the flow of the Citarum River form little by little lake of Bandung.
NIKO
XII IPA3
23
Pada suatu ketika sang Prabu berburu rusa, namun telah seharian hasilnya kurang menggembirakan. Binatang buruan di hutan seakan lenyap ditelan bumi. Ditengah kekecewaan tidak mendapatkan binatang buruannya, sang Prabu dikagetkan dengan nyalakan anjing setianya "Tumang" yang menemukan seorang bayi perempuan tergeletak diantara rimbunan rerumputan. Alangkah gembiranya sang Prabu, ketika ditemukannya bayi perempuan yang berparas cantik tersebut, mengingat telah cukup lama sang Prabu mendambakan seorang putri, namun belum juga dikaruniai anak. Bayi perempuan itu diberi nama Putri Dayangsumbi.
Alkisah putri Dayngsumbi nan cantik rupawan setelah dewasa dipersunting seorang pria, yang kemudian dikarunia seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang yang juga kelak memiliki kegemaran berburu seperti juga sang Prabu. Namun sayang suami Dayangsumbi tidak berumur panjang.
Suatu saat, Sangkuriang yang masih sangat muda belia, mengadakan perburuan ditemani anjing kesayangan sang Prabu yang juga kesayangan ibunya, yaitu Tumang. Namun hari yang kurang baik menyebabkan perburuan tidak memperoleh hasil binatang buruan. Karena Sangkuriang telah berjanji untuk mempersembahkan hati rusa untuk ibunya, sedangkan rusa buruan tidak didapatkannya, maka Sangkuriang nekad membunuh si Tumang anjing kesayangan ibunya dan juga sang Prabu untuk diambil hatinya, yang kemudian dipersembahkan kepada ibunya.
Ketika Dayangsumbi akhirnya mengetahui bahwa hati rusa yang dipersembahkan putranya tiada lain adalah hati "si Tumang" anjing kesayangannya, maka murkalah Dayangsumbi. Terdorong amarah, tanpa sengaja, dipukulnya kepala putranya dengan centong nasi yang sedang dipegangnya, hingga menimbulkan luka yang berbekas. Sangkuriang merasa usaha untuk menggembirakan ibunya sia-sia, dan merasa perbuatannya tidak bersalah. Pikirnya tiada hati rusa, hati anjingpun jadilah, dengan tidak memikirkan kesetiaan si Tumang yang selama hidupnya telah setia mengabdi pada majikannya. Sangkuriangpun minggat meninggalkan kerajaan, lalu menghilang tanpa karana.
Setelah kejadian itu Dayangsumbi merasa sangat menyesal, setiap hari ia selalu berdoa dan memohon kepada Hyang Tunggal, agar ia dapat dipertemukan kembali dengan putranya. Kelak permohonan ini terkabulkan, dan kemurahan sang Hyang Tunggal jualah maka Dayangsumbi dikaruniai awet muda. Syahdan Sangkuriang yang terus mengembara, ia tumbuh penjadi pemuda yang gagah perkasa, sakti mandraguna apalgi setelah ia berhasil menaklukan bangsa siluman yang sakti pula, yaitu Guriang Tujuh.
Dalam suatu saat pengembaraannya, Sangkuriang tanpa disadarinya ia kembali ke kerajaan dimana ia berasal. Dan alur cerita hidup mempertemukan ia dengan seorang putri yang berparas jelita nan menawan, yang tiada lain ialah putri Dayangsumbi. Sangkuriang jatuh hati kepada putri tersebut, demikianpula Dayangsumbi terpesona akan kegagahan dan ketampanan Sangkuriang, maka hubungan asmara keduanya terjalinlah. Sangkuriang maupun Dayangsumbi saat itu tidak mengetahui bahwa sebenarnya keduanya adalah ibu dan anak. Sangkuriang akhirnya melamar Dayangsumbi untuk dipersunting menjadi istrinya.
Namun lagi lagi alur cerita hidup membuka tabir yang tertutup, Dayangsumbi mengetahui bahwa pemuda itu adalah Sangkuriang anaknya, sewaktu ia melihat bekas luka dikepala Sangkuriang, saat ia membetulkan ikat kepala calon suaminya itu. Setelah merasa yakin bawa Sangkuriang anaknya, Dayangsumbi berusaha menggagalkan pernikahan dengan anaknya. Untuk mempersunting dirinya, Dayangsumbi mengajukan dua syarat yang harus dipenuhi Sangkuriang dengan batas waktu sebelum fajar menyingsing.
Syarat pertama, Sangkuriang harus dapat membuat sebuah perahu yang besar. Syarat kedua, Sangkuriang harus dapat membuat danau untuk bisa dipakai berlayarnya perahu tersebut.
Sangkuriang menyanggupi syarat tersebut, ia bekerja lembur dibantu oleh wadiabalad siluman pimpinan Guriang Tujuh untuk mewujudkan permintaan tersebut. Kayu kayu besar untuk perahu dan membendung sungai Citarum, ia dapatkan dari hutan di sebuah gunung yang menurut legenda kelak diberi nama Gunung Bukit Tunggul. Adapun ranting dan daun dari pohon yang dipakai kayunya, ia kumpulkan disebuah bukit yang diberi nama gunung Burangrang.
Sementara itu Dayangsumbi-pun memohon sang Hyang Tunggal untuk menolongnya, menggagalkan maksud Sangkuriang untuk memperistri dirinya.
Sang Hyang Tunggal mengabulkan permohonan Dayangsumbi, sebelum pekerjaan Sangkuriang selesai, ayampun berkokok dan fajar menyingsing. Sangkuriang murka, mengetahui ia gagal memenuhi syarat tersebut, ia menendang perahu yang sedang dibuatnya. Perahu akhirnya jatuh menelungkup dan menurut legenda kelak jadilah Gunung Tangkubanparahu, sementara aliran Sungai Citarum yang dibendung sedikit demi sedikit membentuk danau Bandung.
Once upon a time, in the Tatar Parahyangan, established a kingdom that peaceful. The Sovereign have the love of sport hunting of animals, who always accompanied the faithful dog, called "Tumang."
The Sovereign when the deer hunting, but the results have been less brisk day. Game disappeared in the forest as if the earth swallowed. The disappointment of not getting the animals prey, The Sovereign starled with the dogs turn on "Tumang" who find a baby among women sprawling grassyfield. Would the happy Prabu, when finding a baby look beautiful woman who is, has been a long time considering the long the Sovereign a daughter, but also was not the child. Her baby daughter is named Dayangsumbi.
Once upon a time daughter Dayangsumbi which beautiful looking after married an adult male, who then gifted a son who is named Sangkuriang also soon have a penchant for hunting as well as the The Sovereign. But unfortunately Dayangsumbi husband not long-lived.
One time, Sangkuriang the young is still very young, a hunting dog accompanied the love The Sovereign who also favored his mother, namely Tumang. But that day is less good cause does not get the hunting game. Because Sangkuriang has promised to dedicate to his mother's heart deer, deer while it does not be obtained, Sangkuriang to kill the dog and his mother also favored the Sovereign taken to heart, which then be devoted to his mother.
When finally Dayangsumbi heart to know that the deer are no other son is the heart "of the Tumang love dog, then angry Dayangsumbi. Pushed anger, accidentally, striked head of her son with the current rice rice ladle dipegangnya, cause injury to the receptacle. Sangkuriang feel brisk business for his mother's futile, and deeds do not feel guilty. This opinion no deer liver, heart dog morning, with no loyalty to think that during the Tumang has devoted his life to serve employers. Sangkuriangpun flee the kingdom to leave, and disappeared without footstep.
After incident that Dayangsumbi feel very sorry for every day he always pray and ask to Hyang Tunggal, so that he can come together back with her son. Soon answered this application, and the kindness Hyang Tunggal then Dayangsumbi was ageless. Sangkuriang continue to roam, he grew becomei the burly youth, magic evenless after he successfully to lose nation that invisible magic also, namely Guriang Seven.
In a time roamed, Sangkuriang without conscious he returned to the kingdom which he came. The story flows and bring it alive with a daughter who look lovely nan captivating, that no other is the daughter Dayangsumbi. Sangkuriang love to my daughter, and will be stunned Dayangsumbi bravery and smartness Sangkuriang, the love affair both compose. At that time Sangkuriang and Dayangsumbi did not know that they are actually mother and child. Sangkuriang Dayangsumbi eventually apply for married become his wife.
However more stories flow again to open the curtain of life that is closed, Dayangsumbi know that youth is Sangkuriang son, when he saw Sangkuriang of the scar, when he tied the correct candidate is her husband. After feeling confident Sangkuriang take her son, Dayangsumbi attempt to thwart her son's wedding. Gain for himself, Dayangsumbi put two conditions that must be met with Sangkuriang the time before dawn break.
Terms of the first, Sangkuriang must be able to make a big boat. Terms of the second, Sangkuriang should be able to make the lake can be used for boat to sail it.
Sangkuriang be prepared to do these requirements, he worked overtime, aided by invisible wadiabalad Seven Guriang leaders to realize the request. Timber wood for boat Citarum river and dam, he got from a mountain forest in the future according to legend was named Mount Hill Tunggul. The branches and leaves from the tree that is used wood, he collected in a hill called Mount Burangrang.
Meanwhile Dayangsumbi-sang also seeking to help him Hyang Tunggal, to thwart the purpose Sangkuriang marry him. Sang Hyang Tunggal grant application Dayangsumbi, Sangkuriang before work is finished, and boast rooster morning dawn. Sangkuriang anger, knowing he failed to meet these requirements, they are kicking the boat dibuatnya. Boat finally lie face down and according to legend soon be Mount Tangkubanparahu, while the flow of the Citarum River form little by little lake of Bandung.
NIKO
XII IPA3
23
Subscribe to:
Posts (Atom)